Tuesday, June 27, 2017

Quraish Shihab Ingatkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air dalam Khutbah Idul Fitri

 
Prof. Dr. Quraish Shihab yang dipercaya menjadi Khatib shalat Idul Fitri di masjid Istiqlal mengingatkan bahwa nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air adalah fitrah (naluri) pada setiap manusia.

"Tanah air merupakan ibu pertiwi yang sangat mencitai kita sehingga mempersembahkan segalanya buat kita, kita pun secara naluriah mencintainya. Itulah fitrah, naluri manusiawi, karena itu hubbu al-wathan minal iman, cinta tanah air merupakan manifestasi dan dampak keimanan," demikian pesan Quraish di masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad 25/6/2017.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta putrinya Kahiyang Ayu dan putranya Kaesang Pangarep juga turut melaksanakan shalat Id di masjid tersebut. 

Begitu pula Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istri Happy Farida, serta para menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga negara, dan duta besar negara sahabat yang hadir dalam sholat Id di Masjid Istiqlal kemarin.

"Tanah air kita terbentang dari Sabang sampai Merauke harus dibangun dan dimakmurkan serta dipelihara persatuan dan kesatuannya," kata Quraish.

Menurut Quraish, Persatuan dan kesatuan merupakan anugerah Tuhan yang tidak ternilai dikarenakan sebaliknya, perpecahan dan tercabik-cabiknya masyarkat merupakan bentuk dari siksa Allah.

Kesatuan itu kata Quraish mempunyai tiga arti.

"Pertama, kesatuan semua makhluk karena semua makhluk kendati berbeda-beda tetapi semua diciptakan dan di bawah kendali Allah," ungkap Quraish.

Arti kedua adalah, karena semua manusia berasal dari tanah sehingga semua manusia harus dihormati kemanusiannya, baik yang masih hidup maupun yang telah mendahului kita walau mereka durhaka.

"Memang jika ada manusia yang menyebarkan teror, mencegah tegaknya keadilan, menempuh jalan yang bukan jalan kedamaian, maka kemanusiaan harus mencegahnya," jelas Quraish.

Arti ketiga adalah kesatuan bangsa meski berbeda agama, suku, kepercayaan maupun pandangan politik.

"Mereka semua adalah bersaudara, berkedududukan sama dari kebangsaan. Kesadaran tentang kesatuan dan persatuan itulah yang mewajibkan kita duduk bersama bermusyawarah demi kemaslahanan dan itulah makna 'kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan'," tutur Quraish.

(nu.or.id)

Related Posts

Quraish Shihab Ingatkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air dalam Khutbah Idul Fitri
4/ 5
Oleh